Home > Kutipan berharga > Menerima dengan Ikhlas

Menerima dengan Ikhlas

Seorang ibu pernah curhat kepada Alm. Ustad Rahmat Abdullah. Ibu ini adalah istri yang dipoligami. Sang suami selalu menjelek-jelekkan si ibu, seolah-olah alasan suami berpoligami karena kesalahan ibu ini. Setelah cerita panjang lebar dengan segala argumentasinya, Alm. Ustad Rahmat Abdullah berkata dengan pelan ” Kalau ibu mau membawa ini pada proses hukum, akan saya bantu carikan pengacara. Kalau ibu mau menyelesaikan ini ke dewan syariah, akan saya antarkan ke dewan syariah. Kalau ibu ingin saya memarahi suami ibu, silahkan panggil suami, nanti saya marahi disini. Tapi apakah itu semua menyelesaikan masalah? Kalaupun ibu menganggap masalah ini sudah begitu sulit diselesaikan dan membuat ibu jadi susah. Kenapa ibu kehilangan kepercayaan bahwa ada kebaikan besar yang lain yang Allah berikan kepada ibu, jika ibu menerima ini dengan ikhlas? Kalau ibu lebih mengharap surga, ketimbang hukuman yang ingin ibu berikan kepada suami yang dianggap bermasalah. Terimalah ini sebagai kehendak Allah, lapangkan dada, tutup telinga dari semua ucapan orang yang buruk, maka semoga Allah berikan surga kepada ibu..”

(Bercermin di Telaga Cinta Sang Guru, Mengenang KH. Rahmat Abdullah)

Categories: Kutipan berharga
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.