Belajar dari Orang tua
Hari ini baru menyadari, betapa indahnya hikmah kehidupan yang dapat kita pelajari dari orang tua. Namun orang tua yang saya maksud disini bukan sekedar orang tua sendiri, namun juga orang tua teman2 kita. Lebih utama lagi teman2 kita yang luar biasa.
Seperti yang terjadi hari ini, meskipun cuma sekilas, saya dapat mengambil banyak hikmah dari sekedar mendengar cerita seorang ibu luar biasa dalam mendidik anak2nya. Dan bagaimana almarhum suaminya memberikan contoh yg luar biasa pada anaknya.
Saya beberkan beberapa contoh disini (sekaligus sebagai pengingat terhadap pribadi). Coba bayangkan, bapaknya teman saya ini, tidak ada satupun orang yang tahu apa sebenarnya posisi dia di sebuah Bank luar biasa. Bahkan keluarga besarnya, bahkan anak2nya. Kecuali istri dan rekan2 kerjanya. Sampai kalau anak2nya datang, si bapak ini langsung menyibukkan dirinya dalam membersihkan kantor seolah dia bukan orang besar.
Sampai suatu kejadian lucu menimpa salah satu anaknya, adik teman saya. Sebut saja Elo namanya. Saat itu Elo sedang mengobrol dengan teman sekolahnya mengenai HP yang dimiliki oleh temannya Elo. Dia bingung kok si Elo gk punya HP dan temannya itu punya. Yg lucu itu komentar temannya, ‘kan bapakmu bosnya bapakku’. Sebagai anak yang tidak pernah tahu bapaknya bekerja sebagai apa di kantornya, ini menjadi point of information yang lucu bagi anggota keluarga selain si bapak dan si ibu (karena ibunya uda tau ya).
Sampai akhirnya bapak tersebut meninggal, barulah semua orang, termasuk keluarga besarnya tahu, bahwa dia adalah orang besar di kantor tempat dia bekerja. Terlihat dari rangkaian bunga yang tersebar banyaaak sekali.
Sebuah contoh kesederhanaan, teladan, yang luar biasa sekali, bahkan di hadapan anak-anaknya…